Blockchain dan Sekitarnya

Hi, pada tulisan perdana kali ini saya ingin berbagi tentang blockchain dan sekitarnya secara singkat, semoga bisa menjadi obrolan ketika makan siang nanti. Yuk mari.

Blockchain muncul pertama kali sebagai jaringan desentralisasi yang digunakan untuk menyimpan data transaksi. Bitcoin menjadi pemain “pertama” disini, siapa yg tidak kenal dengan mata uang kripto BTC.

Jika didalam jaringan terpusat seperti operator telekomunikasi ketika kita membeli pulsa maka transaksi akan dicatat di sisi operator, maka didalam blockchain data transaksi disimpan oleh semua node atau sering disebut miner yang terhubung di jaringan tersebut.

Para miner ini mendapatkan hadiah native token (BTC, ETH, dll) setiap kali membuat block yang berisi transaksi-transaksi. Dengan native token ini jaringan blockchain bisa menghidupi dirinya sendiri.

Dalam perkembangannya, muncul Ethereum yaitu blockchain yang dapat digunakan untuk melakukan komputasi. Kode yang dieksekusi didalam blockchain biasa disebut smartcontract. Smartcontract ini ditulis dalam bahasa pemograman yang sudah ada seperti Rust dan Haskell atau Domain Spesific Language (DSL) seperti Solidity dengan kemampuan dan environment yang terbatas.

Dengan smartcontract tersebut kita bisa menciptakan berbagai macam aset digital seperti uang digital (Crypto Currency) dan barang digital (NFT). Untuk menjaga interoperabilitas agar bisa ditransfer dan dijual belikan di marketplace atau exchange, aset digital ini memiliki standar seperti ERC20 utk uang digital, ERC721 utk barang digital, dan standar lainnya.

Tidak berhenti disitu, menggunakan smartcontract kita bisa membangun protokol keuangan seperti simpan pinjam, asuransi, stablecoin, derivatif, dan lain-lain. Dengan protokol keuangan ini muncul aplikasi Desentralized Finance (DeFi) yang menyediakan layanan keuangan.

Saat ini sudah ada puluhan (atau ratusan?) blockchain masing-masing dengan fungsi, kelebihan, dan kekurangannya.

Semoga kita semua mendapat kemakmuran. Good luck dan sekian.