Apa itu Stablecoin?

Harga mata uang kripto sangat tidak stabil (volatile), karena itu muncul stablecoin yang harganya dipatok berdasarkan aset yang lebih stabil seperti US Dollar (Tidak semua stablecoin dipatok dengan US Dollar).

Stablecoin membantu pengguna mengatur resiko terhadap volatilitas harga uang kripto, selain itu stablecoin juga bisa digunakan sebagai medium jual beli.

Stablecoin merupakan bagian vital dari DeFi terutama digunakan untuk mengatur resiko dalam layanan simpan pinjam.

Saat ini terdapat puluhan stablecoin, ada 5 yang mempunyai kapital terbesar (sumber dari CoinGecko).

image alt text

Tidak semua stablecoin sama dalam mekanisme membuat harga stabil mengikuti US Dollar. Ada beberapa tipe stablecoin yaitu dengan jaminan uang fiat (USD, EURO, IDR), jaminan uang kripto (ETH, BTC), dan algorithmic stablecoin. Sebagian besar stablecoin menggunakan jaminan mata uang fiat.

Mari kita bahas tentang 2 stablecoin yaitu Tether (USDT) dan Dai (DAI), keduanya mempunyai mekanisme yang berbeda dalam mematok harga berdasar US Dollar. USDT menggunakan jaminan uang fiat, sedangkan DAI menggunakan jaminan uang kripto. Sedangkan untuk algorithmic stablecoin akan dibahas terpisah karena bisa dibuat artikel sendiri :D.

USDT dipatok $1 dengan jaminan $1 untuk setiap 1 USDT yang diciptakan. Saat ini USDT mempunyai kapital paling besar, dan luas digunakan sebagai pairing dengan uang kripto di crypto exchange dengan volume trading harian sekitar $113 milyar pada bulan Maret 2021 (sumber: Coingecko).

Cadangan dollar milik Tether disimpan oleh institusi keuangan yang bersifat terpusat dan tertutup sehingga pengguna mau tidak mau harus mempercayai Tether benar benar memiliki cadangan dollar sebesar USDT yang beredar saat ini.

Berbeda dengan DAI yang merupakan stablecoin dengan jaminan mata uang kripto seperti ETH. Nilainya dipatok melalui protokol rasio hutang yang divoting dalam DAO (Decentralized Autonomous Organization) dan smartcontract. Setiap waktu, pengguna bisa menvalidasi jaminan uang kripto yang digunakan untuk menciptakan DAI. Karena itu DAI bersifat terdesentralisasi dengan jaminan mata uang kripto.

Walaupun saat ini USDT mempunyai kapital paling besar, namun ada kekhawatiran terjadi efek domino jika menggunakan stablecoin yang bersifat terpusat dan tertutup sebagai jaminan didalam DeFi. Beberapa DeFi mulai mengurangi jumlah jaminan stablecoin terpusat dengan decentralized stablecoin seperti DAI, FRX, dan UST (Terra).

Semoga kita semua mendapat kemakmuran. Good luck dan sekian.