Apa itu Kripto Wallet?

Kripto wallet adalah antarmuka untuk berinteraksi dengan jaringan blockchain. Wallet mengorganisasi private keys, yang bisa dibilang adalah kunci dari brankas aset kriptomu. Dengan wallet, kita bisa menerima, menyimpan, dan mengirim aset kripto. Aset kripto disini berupa uang digital (uang kripto) atau barang digital (NFT) kita.

Custodial vs Non-Custodial Wallet

Ada 2 macam wallet yaitu custodial dan non-custodial. Custodial artinya wallet dijaga dan dipelihara oleh pihak ketiga, pihak ketiga tersebut dapat menggunakan wallet tersebut atas ijin kita.

Non-custodial wallet adalah wallet yang kita kontrol dan miliki sepenuhnya, yang artinya kita sendiri yg bertanggung jawab penuh atas keamanannya.

Dengan non-custodial wallet ini kita bebas menjadi (seperti) bank yaitu menyimpan, meminjamkan aset kita ke layanan DeFi lain tanpa perantara.

Mana yang lebih baik, custodial atau non-custodial?

Tergantung kenyamanan masing-masing :D. Dengan custodial wallet, kita mempercayakan pihak ketiga menyimpan aset kripto kita dengan aman. Kita tidak perlu khawatir dengan keamanan private key kita, kita hanya perlu menyimpan kredensial (username+password) seperti pada akun email kita.

Namun mempercayakan wallet kita ke pihak ketiga juga mempunyai resiko, kita bisa kehilangan aset kripto jika terjadi hacking dan kesalahan manajemen oleh pihak ketiga tersebut. Mt Gox kehilangan 850.000 BTC seharga 450Jt USD pada tahun 2014.

Dengan menggunakan non-custodial wallet, kita bertanggung jawab atas keamanan wallet kita. Jika kehilangan private keys, kita akan kehilangan akses ke aset kripto kita. Kita perlu belajar mengamankan wallet kita sendiri, seperti pepatah “Bukan wallet kita berarti bukan aset kita”.

Wallet apa yang kita pakai?

Ada bermacam-macam kripto wallet, ada yang berbasis aplikasi mobile, browser extensions, desktop app, bahkan hardware wallet.

Bisa jadi satu jenis wallet mendukung banyak jaringan blockchain, seperti Metamask yang mendukung jaringan berbasis EVM dan Polkawallet yang mendukung jaringan ekosistem Polkadot.

Metamask adalah salah satu non-custodial wallet yang populer. Selain sebagai wallet, Metamask juga mempunyai fitur swap antar token kripto di satu jaringan.

Jaringan blockchain yang didukung Metamask juga cukup beragam terutama yang berbasis EVM (Ethereum Virtual Machine) seperti Ethereum, Binance Smart Chain, dan Polygon. Bukan tidak mungkin kedepan Metamask bisa support blockchain lain non EVM seperti Polkadot dan Solana.

Selain Metamask ada wallet Phantom untuk blockchain Solana, Polkawallet untuk Polkadot, Ardent untuk Ethereum, dan lain-lain.

Semoga kita semua mendapat kemakmuran. Good luck dan sekian.